Jumat, 12 September 2025

Cita-cita

Setiap anak pasti pernah ditanya, "Kalau sudah besar mau jadi apa?" Pertanyaan itu sebenarnya sangat penting, karena membantu anak berpikir tentang masa depannya. Cita-cita adalah impian atau keinginan yang ingin dicapai suatu hari nanti, misalnya ingin jadi dokter, guru, pilot, polisi, penyanyi, atau pemain bola. Dengan punya cita-cita, anak jadi punya semangat untuk belajar dan berusaha. Anak yang punya tujuan akan lebih rajin dan tidak mudah menyerah, karena dia tahu apa yang ingin dia capai saat dewasa nanti. Cita-cita juga bisa membuat hidup lebih menyenangkan karena ada harapan yang membuat hari-hari jadi penuh semangat.

Cita-cita bukan hanya soal ingin menjadi apa, tapi juga soal bagaimana menjadi orang yang baik dan berguna. Misalnya, anak yang ingin menjadi dokter tentu harus rajin belajar, suka menolong, dan peduli pada orang lain. Anak yang ingin jadi guru harus sabar, suka membaca, dan suka mengajari teman. Dengan punya cita-cita, anak akan berusaha untuk memiliki sifat-sifat baik yang dibutuhkan agar bisa meraih impiannya. Ini membuat anak belajar disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan terus mencoba walaupun kadang gagal. Semua sifat itu sangat penting bukan hanya untuk mencapai cita-cita, tapi juga untuk menjalani hidup yang baik dan bahagia.

Anak-anak tidak bisa berjalan sendiri untuk mencapai cita-cita. Karena itu, bantuan dari orang tua, guru, dan teman-teman sangat penting. Orang tua bisa membantu anak menemukan apa yang disukai, memberi semangat saat anak sedih, dan membantu belajar di rumah. Guru di sekolah juga membantu dengan mengajar berbagai pelajaran dan memberi nasihat agar anak tidak malas belajar. Teman-teman bisa saling menyemangati dan belajar bersama. Kalau anak merasa didukung, maka dia akan lebih percaya diri dan tidak takut untuk bermimpi besar. Kadang-kadang anak bisa berubah cita-cita, dan itu tidak apa-apa. Yang penting, anak terus berusaha jadi yang terbaik.

Untuk mencapai cita-cita, anak harus belajar dengan rajin dan tidak cepat menyerah. Tidak semua hal bisa langsung berhasil. Kadang kita harus mencoba berkali-kali. Misalnya, kalau ingin jadi pemain bola, kita harus sering latihan, menjaga kesehatan, dan mendengarkan pelatih. Kalau ingin jadi dokter, harus rajin belajar IPA dan membaca buku tentang tubuh manusia. Anak juga perlu bertanya kalau tidak mengerti, dan jangan malu untuk belajar dari kesalahan. Setiap langkah kecil, seperti menyelesaikan PR atau membaca buku setiap hari, bisa membawa anak lebih dekat ke cita-citanya. Tidak ada jalan pintas, semua butuh usaha dan waktu.

Anak-anak harus berani bermimpi dan tidak takut gagal. Kadang-kadang ada orang yang bilang, “Ah, kamu tidak mungkin bisa jadi itu.” Tapi kalau anak percaya pada diri sendiri dan terus berusaha, apa pun bisa terjadi. Bahkan orang-orang sukses di dunia dulunya juga anak-anak biasa yang punya cita-cita besar. Mereka juga pernah gagal, tapi mereka tidak menyerah. Jadi, kalau gagal atau salah, jangan putus asa. Belajar lagi, coba lagi, dan terus semangat. Cita-cita bukan hanya tentang pekerjaan, tapi juga tentang menjadi orang yang baik, membantu orang lain, dan membuat dunia jadi tempat yang lebih indah.

ANAK INDONESIA HEBAT

Pada suatu hari tepatnya di hari senin Alena bangun pagi pukul 04.45, saat bangun Alena masih merasa ngantuk tapi karena Alena tau kalo hari ini akan sekolah dan upacara bendera Alena pun langung bergegas pergi ke kamar mandi untuk mengambil whudu, tepat saat Alena selesai whudu alana mendengar bahwa azan subuh sedang berbunyi. Setelah azan subuh selesai Alena pun langsung memakai mukena untuk berangkat ke musolah di dekat rumahnya untuk sholat subuh. Setelah sholat subuh di musholah Alena pun pulang ke rumah, setelah sampai di rumah Alena langsung melepas mukenanya dan pergi ke kamar mandi untuk mandi setelah selesai mandi Alena pun memakai Seragamnya yaitu Seragam putih merah lengkap dengan topi, dasi, ikat pinggang, dan di sertai dengan sepatu yang bersih setelah selesai pakai baju Alena pun melihat apakah isi tasnya sudah lengkap atau belum tak lama kemudian ibu memanggilnya untuk makan ‘’Alena ayo sini makan ada ayam goreng, sayur bayam, dan apel…’’ lalu Alena menjawab ‘’oh..iya ibu Alena ke sana nih..’’

Ternyata Alena menyukai ayam goreng, dan sayur bayam setelah selesai makan Alena pun memakan buah apel yang enak sekali dan manis, gak kerasa ternyata sudah jam 06.30 ‘’Alena kamu ga berangkat sekolah..? sudah jam setengah tujuh nih nanti telat loh…upacarakan..?’’ kata ibu ‘’ oh iya sudah jam setengah tujuh…yaudah ibu Alena berangkat sekolah sambil membawa bekalnya yang belum dimasukan oleh Alena ke dalam tasnya. Dan berangkat menggunakan sepedahnya yang memiliki keranjang di bagian depan sepedah tersebut, perjalanan dari rumah Alena ke sekolah sd pancasia adalah sekitar 20 menit. Alena berangat dengan kecepatan yang lumayan cepat. Dan akhirnya Alena pun sampai di sekolah jam 06.50, saat sudah sampai di sekolah Alena duduk di barisan depan ‘’ini tas siapa ya yang duduk sama aku..?’’ kata Alena sambil bingung dan ternyata yang duduk di sebelah Alena ada Sera sahabatnya sendiri ‘’oh..ternyata kamu duduk di sini juga ya Sera..’’ kata Alena ‘’oh..kamu toh kira aku siapa yey kita sebangku juga akhirnya wahai bestiku Alena..’’ kata Sera sambil senyum senang, saat Alena sedang ngorol Bersama Sera tiba-tiba pembina upacara hari ini bilang bahwa upacara akan di mulai 5 menit lagi di mohonkan untuk murid-murid sd Pancasila berbaris di lapangan. Lalu semua murid pun ke lapangan untuk berbaris, saat semua barisan sudah rapih upacara bendera pun di mulai. Setelah selesai upacara bendera alana dan teman-temannya pun pergi ke kelasnya lalu merekapun di beri waktu untuk beristirahat selama 5 menit untuk minum dan lainnya.

Setelah 5 menit kemudian bu guru pun masuk ke kelas dan memulai pelajaran.pelajaran kali ini adalah pelajaran favorit Alena yaitu adalah pelajaran tentang sejarah, saat bu guru sedang menceritakan sejarah pada saat penjajahan Indonesia Alena senang karena ternyata sejarah yang bu guru ceritakan betapa berjuangnya mereka agar Indonesia tidak di jajah lagi / di ambil oleh negara lain. Tak lama kemudian bel istirahat pun berbunyi ‘’kringg..kringg’’ lalu bu guru pamit dari kelas karena nanti setelah istirahat tidak ada pelajaran sejarah lagi, lalu Sera menghampiri Alena dan mengajaknya untuk jajan di kantin ‘’Alena ayo ke kantin’’ ‘’oh iya ayo Sera’’ kata Alena [lalu mereka berdua pun pergi ke kantin sekolah untuk jajan]. Setelah jajan mereka pun menikmati jajanannya masing-masing ‘’kamu makan apa Sera?kalo aku baso’’ kata Alena ‘’oh, kalo aku mie ayam’’ kata Sera. Setelah makan jajanan karena masih ada waktu mereka pun mengobrol sebentar, baru juga beberapa menit bel masuk kelas pun berbunyi ‘’kringg..waktunya masuk kelas’’ lalu merekapun dan orang-orang yang ada di lingkungan sekolah [murid] pun masuk ke kelasnya masing-masing. Seelah masuk pelajaran kedua adalah ipas. Setelah pelajaran ipas selesai murid boleh pulang sedangkan yang belum selesai selesaikan di rumah dan di kumpulkannya besok. Alena pun langsung menaiki sepedahnya dan pulang ke rumah, sesampainya di rumah Alena langung mandi, makan, mengganti bajunya, dan membereskan bukunya untuk esok hari. Setelah selesai memberskan buku Alena pun pergi ke kamar mandi untuk whudu dan setelah whudu Alena akan melaksanakan sholat zuhur.

Sesudah sholat zuhur Alena pun pamit ke ibunya untuk berangkat ngaji terlebih dahulu. Lalu Alena sampai rumah sekitar jam setengah empat, setelah sampai Alena pun mengganti bajunya dan bermain Bersama adiknya di halaman rumah. Tak kerasa waktu begitu cepat tiba-tiba sudah jam setengah enam, Alena dan adiknya di suruh masuk oleh ibunya karna sudah mau azan magrib. Alena dan adiknya cuci kaki dan ambil whudu, tak lama azan magrib pun berbunyi setelah azan magrib selesai Alena, Ibu, Ayah, dan adik pun sholat magrib berjamaah. Setelah sholat mereka pun berzikir Bersama setelah berzikir mereka berbincang sababtar tentang nanti saat libur akhir semester akan pergi kemana. Saking asiknya mengobrol sampai tak terasa sudah azan isya dan mereka pun langsung sholat isya berjamaah. Sesudah sholat isya ibu dan Alena akan memasak sop ayam dan kalo ayah dan adik akan membuat jus jeruk yang segar dengan makanan penutupnya yaitu adalah roti bakar yang berisi susu kental manis dan seres yang melimpah. Setelah makanannya selesai di buat mereka pun sekeluarga makan malam Bersama di teras rumah sambil meliat bulan yang begitu terang. Sesudahnya makan malam di teras rumah mereka pun membereskannya Kembali, seteah selesai di bereskan Alena dan adiknya menyiapkan baju untuk di pakai nanti besok. Setelah selesai meyiapkan baju Alana pun tidur di kamar Bersama adiknya.

Cita-cita

Setiap anak pasti pernah ditanya, "Kalau sudah besar mau jadi apa?" Pertanyaan itu sebenarnya sangat penting, karena membantu anak...